Wisata Sejarah di Museum Benteng Heritage Tangerang

via. kompasiana.com


Berbagai macam tempat wisata di Tangerang dengan konsep modern seperti di daerah Serpong atau Bintaro memang menarik untuk dikunjungi.
Akan tetapi, masih banyak lagi tempat-tempat wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Museum Benteng Heritage yang terletak di daerah pasar lama kota Tangerang.
Di saat menjelang perayaan Imlek atau Cap Go Meh, suasana di sebuah bangunan tua bernama Museum Benteng Heritage biasanya akan ramai dengan nuansa merah.
Pedagang di sekitar tempat ini akan ramai menjajakan berbagai amplop untuk ang pao, lampion lilin hingga berbagai macam kuliner khas Imlek.
Museum Benteng Heritage sendiri sudah hadir sejak abad ke 17. Bangunannya sangat khas dengan nuansa Tiongkok.


via. juliajuwee.wordpress.com


Namun pada era modern, museum ini direstorasi oleh orang Indonesia yang juga berasal dari keturunan Tionghoa. Lim Cin, atau Udaya Halim, adalah pendiri sekaligus pemilik dari Museum Benteng Heritage saat ini.
Selain sebagai bentuk cagar budaya, seperti apa keistimewaan dari Museum Benteng Heritage ini?

1. Mengenal cerita kedatangan Armada Cheng Ho
Di dalam Museum Benteng Heritage kita bisa mendapatkan berbagai macam infromasi dan beberapa penemuan sejarah tentang sejarah nenek moyang penduduk Tionghoa di Tanggerang.
Pendudukan yang dikenal dengan istilah Cina Benteng ini ternyata hadir saat Armada Cheng Ho mendarat di Indonesia pertama kalinya bersama sekitar 30.000 pengikutnya.
Nah, rombongan Armada Cheng Ho ini akhirnya mencari tempat untuk tinggal dan mendirikan pemukiman di kawasan Tangerang, dan menjadi cikal bakal dari penduduk dengan istilah Cina Benteng.
via. nowjakarta.co.id
2. Menikmati tampilan galeri benda dari masa lalu
Setelah direstorasi pemilik Museum Benteng Heritage mengisi bangunan tersebut dengan berbagai macam koleksi benda-benda dari masa lalu.
Berbagai macam peralatan seperti timbangan, uang kuno, perabotan, kamera tua hingga berbagai macam koleksi alat  pemutar lagu seperti Edisson Phonograph tersedia di tempat ini.
Terakhir, terdapat satu meja yang cukup unik. Sebuah meja dengan hiasan lukisan dari kerang yang dipamerkan di dalam Museum Benteng Heritage ini. Satu catatan sejarah yang bisa dipetik dari kehadiran meja ini adalah karena meja tersebut ternyata sudah berusia lebih dari 200 tahun.

3. Mencicipi kuliner khas peranakan  Tionghoa
Menikmati berbagai macam aneka kuliner di negeri sendiri mungkin sudah biasa. Namun, menikmati wisata kuliner di dalam museum? Semuanya bisa kita lakukan di tempat wisata di Tangerang yang satu ini.
Jika kita ingin bersantap siang atau makan malam di dalam museum, pihak pengelola Benteng Heritage dengan senang hati menawarkan berbagai macam aneka hidangan yang disebut babah atau kuliner dari peranakan Tionghoa yang dihidangkan secara turun temurun.
Tertarik mencobanya?
via. bentengheritage.com
4. Tempat untuk foto Pre-Wedding
Bangunan tua dan kesan vintage memang selalu asik untuk dijadikan sebagai spot untuk foto Pre-wedding. Nah, pengelola Museum Benteng Heritage pun menyediakan fasilitas ini kepada masyarakat umum.
Tentu saja, kita dan wisatawan lainnya tidak bisa sembarangan atau langsung menggunakan tempat wisata di Tangerang ini sebagai tempat untuk berfoto.
Pihak pengelola biasanya akan memberikan paket khusus bagi masyarakat atau pasangan yang berencana melakukan sesi pemotretan tua untuk foto Pre-Wedding. Bagi yang jomblo jangan sedih, tetap bisa kesini kok! :D
5. Berkeliling bersama pemandu wisata
Terakhir, kegiatan yang bisa dilakukan di Benteng Museum Heritage ini adalah berjalan mengitari tempat ini bersama pemandu wisata.
Bersama pemandu wisata tentunya kita bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang sejarah museum hingga benda-benda yang ada di dalamnya.
Pihak pengelola museum biasanya akan memberikan tur kepada 2 wisatawan atau pengunjung untuk menikmati tur. Selain itu, tur ini baru dimulai dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.




Lanjut!

Wisuda, Harus Sedih atau Bahagia?

Kata-kata yang paling masyhur buat deskripsi singkat tulisan ini adalah

"Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Setiap kebahagiaan yang kudu dibayar dengan pengorbanan."

Gue di Wisuda di awal Februari 2017 kemarin. Di satu sisi, gue merasakan kebahagiaan karena sudah menuntaskan satu kewajiban gue terhadap orang tua dan diri sendiri. Tapi di sisi lain, gue sedih. Gue sangat sedih karena harus berpisah dengan temen-temen dan almamater tercinta. Lingkungan kampus sudah berjasa banyak buat perkembangan sosial dan psikis gue. Mereka yang ngasih gue pelajaran-pelajaran baru, ngeluangin waktu buat kerja bareng, buat maen bareng, sampe ngadepin dosen bareng.
Yap, yang ngebuat gue sedih sebenernya bukan tempatnya, tapi suasana dengan temen-temen yang berasal dari berbagai macam suku, dengan karakter yang sangat membantu gue untuk berkembang.Yang gue rasain adalah, se-buruk atau se-baik apa pun orang-orang yang ada di sekitar gue selama kuliah, mereka sudah mencatatkan nama mereka di dinding-dinding ingatan dalem otak gue.
Gue sedih karena harus mulai berjuang, harus berjuang untuk mulai bener-bener hidup. Gue sedih karena gak bakal ngulangin lagi masa-masa ini. Gue sedih, karena satu per satu temen-temen gue mulai pulang ke kampung halaman masing-masing. Gue sedih, karena kita mulai sibuk sendiri-sendiri. Gue sedih, karena harus ngerasain kesedihan ini.

But, life must going on.

Perpisahan adalah sekat waktu yang dibuat tuhan untuk memberi jarak, tapi bersama itu, tuhan juga memberi ingatan sebagai tangga untuk mengintip kenangan dibalik sekat-sekat waktu tersebut. -CRK-
Di sisi lain, gue sangat bersyukur bisa menjalani perkuliahan gue dengan mereka. Gue sangat bersyukur bisa menyelesaikan tugas ini dengan versi terbaik menurut gue. Gue sangat bersyukur punya teman-teman yang dengan cara mereka, bisa membuat hidup gue lebih berharga. Gue sangat bersyukur punya almamater yang ngasih wadah buat gue untuk berkembang. Dan, Gue sangat bersyukur kepada Tuhan yang sudah ngasih skenario terindah buat gue sampai hari ini.

Gue berterimakasih buat orang tua yang udah susah payah membiayai gue lahir-batin. Dosen-dosen yang udah ngasih pandangan-pandangan baru, yang masih gue inget diantaranya kata-kata dari pak Fathony :
Definisi ringkas dari Sistem Informasi itu, One Input Multi Process
Yap, kata-kata itu masih jelas di otak gue, dan menurut gue itu juga sangat berlaku di kehidupan. Satu hal baik yang kita lakukan sekarang, bakalan berpengaruh dengan hal-hal lain dan bisa jadi berpengaruh buat masa depan.
Temen-temen SI 2012 yang.... ah sudahlah. Gue sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan kalian. Mangpeb, Mangmus, Ka Bagas, Ical, Debi, Ardi, Riki, Andhin, Iga, Rika, Mia, Amel, Rendi, Kibo, Dika, Ejak, Redho, Rio, Santi, Syarif, Robi, Dwi, Aiman, Tekat, Alvi, Eben, Wel, Rian, Idris, Anes, Laras, Ucup, Yoga, Djody, Ceri, Abu, Vidy, Ojan, Panjik,  dan yang lain. Terimakasih buat waktunya, terimakasih buat kerjasamanya, terimakasih buat semuanya!.

SI Reguler Unsri 2012
Wisuda 128 Unsri 2017

Konklusi, Kita adalah yang terbaik di masanya, tapi tidak untuk selamanya. Jadi, syukurin aja!
Sesudah ini, semoga tetap jaga silaturrahmi. Sekian tulisan ini, semoga beberapa tahun lagi jadi mesin waktu yang baik buat flashback.


Lanjut!